HanyaSatu Jalan Menuju Allah 'Azza wa Jalla Tinggalkan sebuah Komentar Posted by SALAFIYUNPAD™ pada 4 Maret 2011 Oleh Syaikh Abdul Malik bin Ahmad Ramdhani Ketahuilah -semoga Allah merahmatimu- bahwa jalan yang menjamin nikmat Islam bagimu hanya satu, tidak bercabang. Allah telah menetapkan keberuntungan hanya untuk satu golongan saja Artikelini akan membahas jalan menuju kebahagiaan bagi orang-orang beriman dalam Surah Al-An'am Ayat 153. bahwa hanya ada satu jalan yang akan mengantarkan kita pada kebahagiaan hakiki, yaitu jalan yang lurus (al-shirat al-mustaqim), yaitu jalan Allah (sabilullah). Sementara jalan-jalan lain hanya akan menyesatkan dan mecerai-beraikan Dasarmuraqabah dapat anda temukan dalam surah Asy-Syura, iaitu firman Allah Subhanahuwata'ala: ٱلَّذِي يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ ٢١٨ وَتَقَلُّبَكَ فِي ٱلسَّٰجِدِينَ ٢١٩. "Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk solat) dan melihat pula perubahan gerak badanmu di antara orang Hanyadengan demikian, kita terlindung dari jebakan setan, egoisme, dan hal-hal duniawi, dalam keterarahan hanya kepada Allah. Petunjuk Praktis Menghayati Iman yang Sejati. Setelah kita memahami apa arti iman sebagai jalan satu-satunya menuju persatuan dengan Allah, sekarang kita mau belajar untuk menghayatinya. Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Jika Anda percaya kehidupan setelah kematian, penting untuk mendapatkan jalan menuju surga Allah, bukan? Hadits menganjurkan Mukmin untuk banyak mengingat akhirat. “Orang Mukmin yang bagaimanakah yang paling bijak? Beliau menjawab Orang yang paling banyak mengingat kematian, dan yang paling baik persiapannya setelah kematian, merekalah orang-orang yang bijak” Sunan Ibnu Majah 4249. Tujuannya agar bisa mendapatkan surga. Namun, ada banyak pandangan dan ajaran tentang jalan menuju surga Allah. Ada banyak agama di bumi ini. Masing-masing memiliki pandangannya sendiri. Agama yang ada di Indonesia saja memiliki banyak perbedaan pandangan. Mari kita lihat pandangan berbagai agama untuk menemukan jalan lurus. Anda akan mendapatkan keteguhan hati untuk berjalan dalam jalan lurus menuju surga Allah. Jalan Ke Surga Menurut Agama Bahai Agama Bahai berasal dari Iran sekitar tahun 1844. Pemeluk Bahai percaya satu Allah. Namun, setiap manusia memiliki sudut pandang sendiri untuk memahami-Nya. Prinsip utama adalah kesatuan esensial semua agama dan umat manusia. Ajaran Bahai menyatakan tidak ada surga atau neraka, yang ada hanya perjalanan abadi jiwa menuju kesempurnaan. Kebenaran terlihat dari perbuatan baik manusia. Surga atau neraka hanya simbolik kedekatan dengan Tuhan. Jika manusia penuh kebajikan, inilah surga sejati. Sebaliknya, jika manusia penuh maksiat inilah hukuman terbesar yang sesungguhnya. Jalan ke Surga Menurut Agama Hindu dan Budha Agama Hindu dan Budha memang dua agama berbeda. Namun, memiliki kemiripan mengenai pandangan kehidupan setelah kematian. Kedua agama mengajarkan kehidupan manusia adalah proses penyempurnaan individu. Perbuatan baik manusia selama hidup sangat berpengaruh. Manusia akan terus reinkarnasi sesuai karma kehidupan. Siklus akan terus berlangsung sampai manusia mampu mencapai kesempurnaan. Menurut agama Budha manusia yang mencapai kesempurnaan akan masuk ke Nirvana. Sedangkan menurut agama Hindu, atman ruh manusia akan menyatu dengan Brahmana. Jalan Menuju Surga Allah Menurut Agama Yahudi Agama Yahudi percaya satu Allah. Mereka juga percaya ada surga dan neraka. Untuk bisa masuk ke surga umat Yahudi perlu mentaati seluruh hukum yang berlaku. Selanjutnya ajaran Yahudi juga percaya Mesias. Yahudi ortodoks mengajarkan kedatangan seorang yang akan membawa kejayaan bagi agama dan bangsa. Namun, ajaran modern menggambarkan sebagai “Zaman Mesias.” Yaitu masa saat agama dan kebudayaan Yahudi berkembang. Perilaku manusia sangat berpengaruh. Akan menentukan apakah mendapat upah atau hukuman. Baik nanti untuk masuk surga/ neraka, maupun saat kedatangan Mesias. Jalan ke Surga Menurut Agama Islam Umat Islam percaya akhirat. Ada kehidupan setelah kematian. Kerinduan Mukmin adalah untuk mendapat jalan lurus ke surga Allah. “Tunjukilah kami jalan yang lurus” Qs 16. Untuk mencapai surga Allah ada berbagai pintunya. Islam mengajarkan untuk melakukan berbagai kewajiban dasar. Contohnya adalah menjalankan sholat, zakat, puasa, dan juga ibadah haji. Manusia perlu berusaha melakukan kebaikan dan menghindari dosa. Namun, sebagai manusia tidak tahu bagaimana nanti penilaian Allah. Mukmin berserah pada putusan-Nya. “Janganlah Anda tertipu dengan banyaknya amal ibadah yang telah Anda lakukan, karena sesungguhnya Anda tidak mengetahui apakah Allah menerima amalan Anda atau tidak” Hasan al-Bashri. Banyak orang takut neraka karena manusia penuh dosa dan khilaf. Terlebih lagi ada ayat yang menyatakan “Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan” Qs 1971. Sebagian ahli agama menyatakan neraka di sini adalah neraka yang sesungguhnya. Namun, sebagian lain percaya ini maksudnya melewati jembatan Shirath. Mukmin percaya setiap manusia untuk mencapai surga perlu melewati jembatan ini. “Tempat yang licin yang dapat menggelincirkan, di sana terdapat besi-besi pencakar, besi-besi pengait dan duri besi . . . Maka orang Muslim akan ada yang selamat, ada yang tercabik-cabik tertunda dan ada yang terlempar ke dalam neraka jahannam” Shahih Muslim 269. Tidak ada manusia sanggup sempurna. Apakah Anda yakin bisa melewati jembatan Shirath? Sungguh sulit mempertimbangkan amal dan kebaikan manusia karena banyak juga kesalahannya. Jalan ke Surga Menurut Praktek Sebagian Umat Kristen Tradisional Agama Kristen Tradisional selalu percaya akan surga dan neraka. Jalan menuju surga Allah adalah dengan percaya kepada Allah melalui Isa Al-Masih Yesus. Sayang kepercayaan mereka mengenai jalan ke sorga tidak selalu semata-mata didasarkan pada Kitab Injil. Sewaktu-waktu mereka mengemukakan banyak peraturan yang perlu diikuti. Misalnya umat perlu mengikuti serangkaian upacara ibadah, mentaati berbagai hukum. Dan juga perlu berbuat baik dan beramal. Dalam hal ini sewaktu-waktu mereka kemiripan dengan beberapa agama di atas. Semua itu akan menentukan apakah masuk surga atau neraka. Bagi umat Katolik ada juga purgatory. Ini adalah tempat pemurnian bagi jiwa berdosa yang masih terampuni. Jiwa berdosa perlu masuk purgatory sebelum bisa masuk surga. Jalan Lurus Menuju Surga Allah Melalui Isa Al-Masih! Umat Nasrani percaya bahwa Allah menyadari manusia penuh dengan dosa. Tidak mungkin manusia berdosa mendekat pada Allah Yang Maha Kudus. Dalam rahmat-Nya Allah menyediakan jalan lurus ke surga Allah. Jalan ini adalah melalui Isa Al-Masih. Isa menyatakan Ia adalah jalan yang benar Injil, Rasul Besar Yohanes 146. Karena banyak sekali jalan-jalan lainnya yang membingungkan. “Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut” Zabur, Amsal 1625. Memang manusia membutuhkan rahmat anugerah Allah untuk masuk surga. “Allah mengasihi kalian, itu sebabnya Ia menyelamatkan kalian karena kalian percaya kepada Yesus [Isa Al-Masih]. Keselamatan kalian itu bukanlah hasil usahamu sendiri. Itu adalah anugerah Allah” Injil, Surat Efesus 28 BIS. Allah memberikan rahmat-Nya karena mengetahui manusia pasti tidak akan mampu hidup sempurna. Banyak orang berusaha hidup benar, namun pasti berbuat salah juga. Orang yang percaya kepada Isa pasti akan selamat, karena itu akan berusaha hidup benar. Bukan untuk mendapatkan surga melainkan karena bersyukur atas rahmat Allah. Isa Al-Masih adalah pernyataan rahmat Allah bagi manusia. Melalui Isa manusia mendapat pengampunan dosa. Isa menjadi jalan lurus ke surga Allah. Mungkin Anda dengan setia berdoa, “Tunjukilah kami jalan yang lurus” Qs 16. Isa adalah jalan lurus yang Anda cari. Anda akan bisa tenang mendapatkan kepastian surga! Mari mengimani Isa sekarang! Untuk memperdalam isi artikel ini dan keselamatan kekal melalui Injil, Anda dipersilakan mempertimbangkan tiga tawaran di bawah ini Membaca Kitab Allah dengan mengunduh Taurat, Zabur, Injil TZI dengan klik link ini. Menyelidiki Kisah Isa Al-Masih dalam kursus gratis, klik disini. Mengimani Isa Al-Masih sebagai Juruselamat. Untuk penjelasan tambahan klik disini. [Staf Isa dan Islam – Untuk masukan atau pertanyaan mengenai artikel ini, silakan mengirim email kepada Staff Isa dan Islam.] Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut Menurut Saudara, manakah jalan lurus menuju surga Allah yang memberi kedamaian hati? Jelaskan! Mampukah manusia hidup suci untuk bisa masuk surga menghadap Allah yang kudus? Jelaskan jawaban Saudara! Bagaimana pendapat Saudara bahwa Isa-Al-Masih adalah jalan lurus untuk mendapatkan rahmat Allah? Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus. Artikel Terkait Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “ ” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut Peristiwa Besar Kelahiran Nabi Menyatakan Jalan Lurus Mukmin Temukan “Jalan Lurus” ke Surga Melalui Doa Surah Al-Fatihah! Kesaksian Penganut Islam Radikal Bertemu Isa Sang Jalan Lurus Video Ketakutan Akan Maut – Mencari Jalan Pasti Ke Surga Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.” Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikelini,silakan menghubungi kami dengan caraklik link SMS ke 0812-8100-0718 Ketahuilah -semoga Allah merahmatimu-bahwa jalan yang menjamin nikmat Islam bagimu hanya satu, tidak bercabang. Allah telah menetapkan keberuntungan hanya untuk satu golongan saja. Allah berrman, Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesunguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung. QS Al Mujadalah 22. Dan Dia Allah menetapkan kemenangan hanya untuk mereka pula. Allah berrman, Dan barangsiapa mengambil Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut agama Allah itulah yang pasti menang. QS Al Maidah 56. “Ada banyak jalan menuju ke Roma!” Kita sering mendengar ungkapan ini. Intinya menyatakan sesuatu bisa tercapai melalui berbagai cara. Namun apakah hal ini berlaku juga untuk jalan ke surga Allah? Kitab Suci menyatakan hanya ada satu jalan ke surga. Anda dapat memperoleh jalan tersebut dengan petunjuk Allah. Mari kita lihat pembahasan mengenai istilah “jalan Roma.” Gambaran ini akan memperlihatkan cara Allah menolong manusia berdosa untuk memperoleh jalan ke surga Allah. Pengertian Istilah “Jalan Roma” Masyarakat Indonesia mengenal pepatah, “Ada banyak jalan menuju ke Roma.” Ungkapan ini muncul karena pada saat pemerintahan Romawi mereka membangun salah satu jaringan jalan paling mengesankan di dunia kuno. Mereka membangun jalan darat maupun akses laut. Banyak jalan yang terhubung satu sama lain. Tujuannya agar pemerintah Roma bisa menjaga keamanan dengan lebih mudah. Selain itu agar transportasi pembayaran pajak berlangsung cepat. Inilah yang menjadi dasar ungkapan “jalan Roma.” Karena ada banyak akses untuk mencapai satu tujuan. Namun kenyataannya banyak kendala terjadi. Kadang ada bencana alam yang menutup jalan. Jalur laut terkendala badai. Atau musuh yang menyerang di tengah jalan. Tidak semua jalan menjamin sampai ke tujuan. Bagaimana dengan jalan ke surga Allah? Manusia berusaha mentaati berbagai hukum. Namun apakah kita bisa yakin pasti akan sampai tujuan? Usaha Manusia untuk Mencapai Jalan ke Surga Allah Semua Mukmin pasti ingin mendapatkan surga. Ada beberapa petunjuk untuk mencari jalan ke surga Allah. Contohnya “Bertakwalah kepada Allah Rabb kalian, kerjakanlah shalat lima waktu, berpuasalah di bulan Ramadan, tunaikanlah zakat amal kalian, dan taatilah pemimpin kalian, niscaya kalian masuk surga Rabb kalian” Hadits Jami’ At-Tirmidzi 559. Ada banyak peraturan yang perlu ditaati seumur hidup. Hal ini sangat sulit, manusia penuh khilaf dan dosa. Mukmin pasti akan berusaha melakukan semua hal ini. Namun apakah Anda sanggup memenuhi semuanya dengan sempurna? Apalagi ibadah kita belum tentu Allah terima. “Tidaklah seorang pun dari kalian yang diselamatkan oleh amalnya.” Seseorang bertanya Tuan juga, wahai Rasulullah? Beliau menjawab “Tidak juga aku, kecuali bila Allah melimpahkan ampunan dan rahmat padaku“ Shahih Muslim 5038. Jika demikian maka tertutuplah “banyak jalan ke Roma” karena sehubungan dengan surga, semua jalan terhalang dosa manusia. Kita tidak mampu mendekat kepada Allah yang Maha Kudus. Hal ini seperti ada satu kota di belakang gunung yang sangat indah. Namun berbagai jalan ke sana terhalang bencana. Jalan darat tertutup longsor. Jalan udara terhalang angin kencang. Demikianlah dosa manusia seperti “bencana” yang memisahkan manusia dari Allah. Manusia hanya bisa mendekat kepada-Nya dengan rahmat Allah. Inilah petunjuk “Jalan Roma” yang memberi harapan. Karena itu mari kita lihat satu-satunya “jalan Roma” yang terbuka. Satu-satunya jalan yang mampu membawa manusia berdosa kepada Allah. “Jalan ke Roma” Hanya Satu Jalan Ke Surga bagi Manusia “Jalan Roma” yang dimaksud adalah jalan ke surga Allah yang tertulis dalam kitab Injil, Surat Roma. Demikianlah Surat Roma berisi pertolongan Allah untuk membuka jalan agar manusia bisa mendapatkan surga. Mari kita lihat jalan Allah bagi keselamatan manusia. Langkah 1 Semua manusia berdosa. Tidak bisa selamat dari diri sendiri. “. . . Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. . . . Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” Injil, Surat Roma 310, 23. Jelas semua manusia pasti ada dosa. Tidak ada yang mampu melakukan semua perintah Allah dengan sempurna. Manusia tidak mampu selamat dari dirinya sendiri. Langkah 2 Akibat dosa sangat fatal yaitu neraka. “Sebab upah dosa ialah maut . . .” Injil, Surat Roma 623. Allah itu Maha Kudus sehingga dosa terkecil pun memisahkan manusia dari pada-Nya. Semua manusia berdosa, patut menerima hukuman. Itulah neraka yang berisi siksaan kekal. Langkah 3 Allah penuh kasih, rindu agar manusia selamat. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus [Isa Al-Masih] telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. . . . karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus [Isa Al-Masih], Tuhan kita” Injil, Surat Roma 58; 623 Allah Maha Kasih. Ia mengerti manusia tidak mampu selamat. Karena itu Ia menyediakan pertolongan. Langkah 4 Isa Al-Masih menjadi jalan manusia menerima rahmat Allah. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus [Isa Al-Masih] adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, . . . maka kamu akan diselamatkan” Injil, Surat Roma 109. Jalan Allah adalah dengan perwujudan Isa, Kalimatullah menjadi manusia. Ia menunjukkan jalan kepada Allah. Jika Anda mengimani dan menjadi pengikut Isa. Maka tersedia rahmat Allah untuk mengampuni dosa. Hal ini akan membawa manusia mendapat surga. Langkah 5 Hidup dalam damai Allah saat mengimani Isa. “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus [Isa Al-Masih]. . . . Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus [Isa Al-Masih]” Injil, Surat Roma 51, 81. Selanjutnya bukan saja mendapat jaminan surga, tersedia rahmat Allah bagi kehidupan selama di bumi. Manusia bisa merasakan tuntunan kasih Allah sehingga dapat hidup dalam damai-Nya. Hanya satu jalan ke surga yaitu melalui rahmat Allah Isa Al-Masih. Jalan yang tidak terhalang “bencana” dosa. Mengimani Satu-Satunya Jalan ke Surga Allah Hanya ada satu jalan yang dapat membawa Anda ke surga Allah. Jika Anda mengimani dan menjadi pengikut Isa sesuai dengan ayat-ayat suci dari Surat Roma di atas, maka Anda akan menerima rahmat Allah. Ada pengampunan bagi semua dosa Anda. Sehingga ada damai di bumi dan jaminan surga di akhirat. Mari mengimani jalan ke surga Allah. Mari mendoakan doa sederhana berikut ini. “Allah saya mau menerima rahmat-Mu. Saya mau mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih. Mohon ampun atas semua dosa saya. Mohon bimbingan-Mu untuk menuntun hidup saya. Amin.” Untuk memperdalam isi artikel ini Anda dipersilakan mempertimbangkan dua tawaran di bawah ini Kalau Anda siap mengimani Isa Al-Masih sebagai Juruselamat dan menjadi pengikut-Nya silakan klik disini. Kalau Anda ingin menyelidiki konsep-konsep dalam artikel ini dengan lebih mendalam Anda bisa mengunduh Taurat, Zabur, Injil TZI dengan klik link ini. Artikel Terkait Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “ ” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut Banyak Agama, Namun Mana Jalan ke Surga Allah? Penghuni Surga Menurut Mukmin dan Nasrani Al-Quran Dan Injil Percaya, Semua Orang Berdosa Mendapatkan Balasan! Video Ketakutan Akan Maut – Mencari Jalan Pasti Ke Surga Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut Menurut Saudara apa sajakah Jalan ke surga Allah? Apakah manusia mampu memenuhinya? Bagaimana cara manusia mendapatkan kepastian surga? Bagaimana jika tidak ada kepastian? Bagaimana pendapat Saudara, hanya satu jalan ke surga melalui Isa Al-Masih sebagai jalan pasti untuk manusia mendapat rahmat Allah? Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus. Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.” Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS/WA ke 0812-8100-0718 Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumiddin menerangkan perbedaan jalan ibadah yang disebabkan oleh perbedaan ahwal, suasana batin tiap-tiap orang. Orang yang menempuh jalan akhirat tidak lepas dari enam golongan. Enam golongan tersebut adalah abid ahli ibadah, alim ulama, muta’allim pelajar/santri, wali pejabat, muhtarif pekerja ragam profesi, dan muwahhid mustaghriq bil wahidis shamad an ghayrihi orang yang tenggelam dalam keesaan Allah sampai tidak ingat selain-Nya. Mereka yang berniat taqarrub kepada Allah dalam menjalankan aktivitasnya secara baik dan “profesional” adalah orang yang menempuh jalan akhirat. Meski aktivitas mereka beragam, mereka semua berjalan menuju Allah. وجميع ما ذكرناه طرق إلى الله تعالى قال تعالى قل كل يعمل على شاكلته فربكم أعلم بمن هو أهدى سبيلا فكلهم مهتدون وبعضهم أهدى من بعض وفي الخبر الإيمان ثلاث وثلاثون وثلثمائة طريقة من لقى الله تعالى بالشهادة على طريق منها دخل الجنة Artinya, “Semua yang kami sebutkan menempuh jalan menuju Allah. Allah berfirman, Katakanlah, Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.’ Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya,’ Surat Al-Isra ayat 84.’ Semuanya berjalan di atas petunjuk Allah. Sebagian lebih mendapat jalannya di atas yang lain. Dalam hadits disebutkan, Keimanan memiliki 333 jalan. Siapa saja yang menjumpai Allah dengan menempuh salah satu jalan itu, niscaya ia masuk surga,’” Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr 2018 M/1439-1440 H], juz I, halaman 441. Allah memiliki keluasan karunia. Jalan menuju kepada-Nya tidak terbatas pada ibadah-ibadah tertentu saja, apalagi direduksi pada ibadah mahdhah saja seperti dilakukan oleh golongan abid dengan shalat sunnah dan aneka lafal zikirnya. Allah membuka banyak pintu bagi mereka yang ingin mendekatkan diri kepada-Nya. وقال بعض العلماء الإيمان ثلثمائة وثلاثة عشر خلقا بعدد الرسل فكل مؤمن على خلق منها فهو سالك الطريق إلى الله فإذن الناس وإن اختلفت طرقهم في العبادة فكلهم على الصواب أولئك الذين يدعون يبتغون إلى ربهم الوسيلة أيهم أقرب وإنما يتفاوتون في درجات القرب لا في أصله وأقربهم إلى الله تعالى أعرفهم به وأعرفهم به لا بد وأن يكون أعبدهم له فمن عرفه لم يعبد غيره Artinya, “Sejumlah ulama mengatakan, Keimanan mengandung 313 akhlak sebanyak jumlah para rasul. Setiap orang beriman yang meneladani salah satu akhlaknya, maka ia disebut sebagai penempuh jalan salikut thariq kepada Allah. Dengan demikian, setiap orang beriman meski jalan ibadah yang ditempuh berbeda tetap berada di atas rel kebenaran sebagaimana firman Allah Orang-orang yang mereka seru itu mencari jalan kepada Allah siapa di antara mereka yang dekat kepada Allah, Surat Al-Isra ayat 57.’ Mereka hanya berbeda pada tingkat kedekatannya kepada Allah, bukan berbeda secara pokok. Mereka yang paling dekat kepada Allah adalah mereka paling mengenal Allah a’rafuhum billah. Mereka yang paling mengenal Allah tentu orang yang paling menyembah-Nya karena siapa saja yang mengenal-Nya niscaya takkan menyembah selain-Nya,’” Imam Al-Ghazali, 2018 M I/441. Dengan demikian, salik yang menempuh suluk itu bukan hanya kalangan abid dengan biji tasbih dan sajadahnya. Ulama yang mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan masyarakat, pelajar yang berjuang keras memahami materi pelajaran, kalangan karyawan/pekerja/tukang profesional formal/nonformal yang loyal dan berdedikasi pada profesinya, serta mereka yang terkagum dan tenggelam pada keesaan Allah dapat disebut sebagai salik yang menempuh jalan akhirat dan memasuki pintu-pintu langit sesuai coraknya. Pemerintah-warga negara, suami-istri, dan orang tua-anak yang bertanggung jawab juga dapat disebut sebagai salik sebagaimana keterangan Imam Al-Ghazali Imam Al-Ghazali, 2018 M I/440. Wallahu a’lam. Alhafiz Kurniawan

hanya satu jalan menuju allah